Senapan dan Lokasi Untuk Berburu Garangan

garangan

Garangan atau Mongoose, atau yang dalam bahasa Inggris disebut Javan mongoose atau Asian mongoose merupakan karnivora terkecil yang tersebar di wilayah Asia Tenggara maupun Asia Selatan. Kali ini, kami akan mengupas tuntas tentang jenis senapan yang dibutuhkan untuk berburu Garangan atau Mongoose, serta di lokasi mana saja kita bisa berburu Garangan atau Mongoose.

Sebenarnya, hanya dengan menggunakan senapan angin kokang, gejlug dan angin gas saja sudah cukup untuk berburu Garangan atau Mongoose. Namun jika buruan Anda ternyata memiliki tubuh yang cukup besar dan kulit yang tebal, serta jarak tembak yang cukup jauh, Anda sebaiknya menggunakan senapan angin gas atau gejlug. Berikut ini adalah jenis-jenis senapan yang cocok untuk Anda jadikan senjata berburu Garangan atau Mongoose atau Mongoose.

Senapan Angin Gas

 

senapan-gas

Senapan ini baik untuk digunakan ketika jarak tembak Anda cukup jauh. Banyak pecinta berburu Garangan atau Mongoose yang sudah beralih menggunakan senapan jenis ini dibandingkan dengan jenis yang lain. Hal ini disebabkan daya tekanan anginnya yang besar dan penetrasi kesasaran cukup mematikan. Merk senapan angin Gas yang terkenal dengan jaminan akurasi serta power yang dapat melumpuhkan target dalam sekali tembak adalah hammerli, feinwekbau, benjamin, dll.

Senapan Angin Gejluk

 

pasopat-gejluk-1024x343

Senapan Angin Gejlug merupakan senapan angin hasil evolusi dari teknologi senapan angin biasa yang terus berkembang. Meskipun teknologi senapan angin di Indonesia terus berkembang, namun masih banyak produksi senapan angin yang perlu diperhatikan pemerintah agar bisa semakin bersaing dengan produk luar negeri. Senapan Gejlug cukup memiliki power yang keras dan sangat mematikan untuk target buruan.

Senapan Angin Sharp / Kokang

 

bramasta-sniper-c-1024x339

Saat ini, banyak merk senapan angin pompa atau kokang yang banyak dikenal oleh para pemburu Garangan atau Mongoose. Di antaranya adalah Sharp Innova, Sharp Ace, Sharp Tiger, Benjamin, dll. Untuk para pemburu Garangan atau Mongooseatau mongoose, sebaiknya menggunakan senapan dengan power yang baik dan mimis yang berat agar Garangan atau Mongoose buruan bisa langsung lumpuh dalam satu kali tembakan (one shoot one kill).

Setelah berbicara mengenai jenis-jenis senjata untuk berburu Garangan atau Mongoose atau mongoose, hal berikutnya yang perlu anda ketahui sebelum berburu Garangan atau Mongoose adalah lokasi berburu Garangan atau Mongoose. Garangan atau Mongoose atau Mongoose sudah dikenal sebagai musuh atau pemangsa ular yang hidup di semak-semak dan padang rumput. Beberapa habitat Garangan atau Mongoose memang berada di area yang terbuka, alih-alih berada di hutan yang rindang dan rapat.

Garangan atau Mongoose sering kali berkelahi dengan ular sebab habitat tempat tinggal dan mangsa buruan kedua hewan ini sama. Jika Anda sedang berburu Garangan atau Mongoose, harap berhati-hati sebab keberadaan mereka tidak jauh dari habitat ular, khususnya ular kobra atau ular sendok. Jadi Anda harus selalu waspada jika secara tiba-tiba ada ular yang muncul di lintasan perburuan Anda. Selain semak-semak, habitat Garangan atau Mongoose juga banyak ditemui di area persawahan, ladang, atau di kawasan perkebunan warga.

Spot Berburu Garangan atau Mongoose

Berikut ini adalah spot berburu Garangan atau Mongoose yang bisa Anda jadikan sebagai referensi baik anda pemula maupun anda seorang profesional.

Area Persawahan

 

sawah

Area persawahan juga merupakan habitat tikus dan ular. Sehingga, di kawasan ini juga sering ditemui habitat-habitat Garangan atau Mongoose.Seperti yang kita tahu, Tikus adalah mangsa utama Garangan atau Mongoose. Nah, Garangan atau Mongoose biasanya hidup dan seringkali muncul di area persawahan yang masih muda pertumbuhannya (di usia sekitar 1 hingga 3 bulan setelah tanam padi), serta di pematang sawah (galengan) yang bersih.

Area Ladang

 

ladang

Area ladang merupakan spot yang paling sering didatangi oleh Garangan atau Mongoose. Ladang penduduk yang dekat dengan rumah adalah “restoran”-nya Garangan atau Mongoose. Mengapa? Sebab di sini banyak hewan ternak penduduk yang di lepas untuk mencari makan, seperti ayam, angsa, bebek, kelinci, dan hewan lainnya, yang merupakan mangsa istimewa untuk Garangan atau Mongoose.

Area Perkebunan

 

perkebunan-tebu

Area Perkebunan penduduk juga merupakan surge untuk para Garangan atau Mongoose.Hal ini dikarenakan di perkebunan banyak terdapat mangsa makanan bagi para Garangan atau Mongoose.Selain itu, Perkebunan juga memiliki semak belukar yang dapat memudahkan Garangan atau Mongoose untuk berkamuflase dalam rangka mengincar mangsa buruan.

Perkebunan habitat Garangan atau Mongoose sangat banyak macamnya, seperti perkebunan tebu, perkebunan ubi-ubian, perkebunan jagung, serta perkebunan lain yang memiliki banyak hewan mangsa buruan Garangan atau Mongoose yang hidup di sana.

Satu hal yang perlu kita perhatikan sebelum berburu Garangan atau Mongoose di lokasi yang berdekatan dengan wilayah penduduk adalah untuk selalu memastikan arah tembakan dan arah larinya peluru. Hal ini diperlukan untuk menghindari resiko mengenai penduduk yang sedang berladang atau sedang berjalan di dekat lokasi saat kita menembak Garangan atau Mongoose.

Carilah spot yang bisa kita gunakan untuk bersembunyi dengan mudah seperti semak-semak, tumpukan tanah, atau pepohonan yang rindang sehingga kita bisa mengintai dan membidik Garangan atau Mongoose dengan tenang dan tepat sasaran tanpa ketahuan oleh Garangan atau Mongoose. Lebih baik menggunakan pakaian berburu untuk kamuflase atau yang sering disebut dengan Ghillie Suit, untuk mempermudah Anda dalam melakukan pergerakan ketika berburu.

Tinggalkan komentar